big cats with their baby (super cute)
| — |
Anies Baswedan jadi inget: “yuk PTT ke Irian bareng-bareng” *jangankan ke Irian, ke mana pun aku mau ikut kalau bareng kamu :”> |

hahaha. liat ini kebayangnya diri sendiri disodorin si timmy :D
aaaw..mirip si kunyil kalau disodorin kadal karet!! aaaw..jadi pengen anak kucing yang diliat di depan BIP waktu ituuuu~
Click here for the full story. :)
P.S. This blog has moved to www.googlygooeys.com
YES, my problem!!
This building is located in Dresden, Germany. It’s called Neustadt Kunsth of passage. And when it rains it starts to play music.
uu la laa~~
waaa~ pengen ke sana dengerin langsung….
Thanks to Asri yang tiba-tiba minta dikirimin soft copy skripsi, gw terpaksa bernostalgia. Kebetulan momennya lagi pas karena baru aja wisuda. Sempat heboh karena charger laptop gak ada dimana-mana. Dasar dudul ternyata itu charger sembunyi di bagasi, padahal sebelum berangkat ke Togamas udah dicek di situ. Mungkin silap mata. Mungkin gw lagi disentil karena sombong baru wisuda. Tapi ya ituu..masih tetep gak nyangka bisa bertahan sampai sekarang.
Teringat dulu sempat merasa putus asa sekolah di kedokteran, secara gw orangnya pelor..kalau udah nempel dan suasananya mendukung, langsung molor. Minder sama orang-orang yang tahan tidur cuma 3 jam sehari buat belajar. Ketar-ketir ngurusin skripsi yang tak kunjung beres dan harus berkali-kali ganti judul. But in the end, I’m survived. Wisuda. Jadi Sarjana Kedokteran. Jadi koas. Kalau kata Bapak, “Ini baru awalnya, Ran. Perjalanan kamu baru mulai.” Deg-degan.
Sedikit bertafakur, gw gak bakalan bisa bertahan sampai sekarang tanpa kehendak Allah dan doa serta bantuan orang-orang yang ada di sekitar gw. Terimakasih. Gw tahu, sekedar ucapan atau tulisan saja tidaklah cukup. Tapi saat ini hanya kata pengantar inilah yang bisa gw berikan..semoga dapat mengantarkan maksud, doa, dan rasa terimakasih gw.
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. karena atas izin dan kehendak-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Efek Sodium Selenite Terhadap Pencegahan Edema dan Sebaran Sel Inflamasi pada Telapak Kaki Mencit (Swiss wistar) Model Inflamasi Akut” untuk melengkapi syarat kelulusan Program Pendidikan Sarjana Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Penulis menyadari telah mendapat begitu banyak bantuan moral maupun material, bimbingan, serta dorongan dari berbagai pihak selama penyusunan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini penulis dengan tulus ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:
1. Prof. Dr. Med Tri Hanggono Achmad, dr. selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
2. Muhammad Hasan Bashari, dr., MKes. selaku pembimbing I atas waktu yang telah diluangkan, kesabaran yang luar biasa, bimbingan ekstra, arahan, koreksi, dan ilmu yang diberikan kepada penulis: ucapan terima kasih saja tidak cukup, Anda benar-benar nomor SATU.
3. Ismet M. Nur, dr., SpPA(K), MM. selaku pembimbing II yang telah meluangkan waktu dan membagi ilmu untuk membimbing penulis dengan kasih sayang seorang Ayah.
4. Chaerul Achmad, dr., Sp.JP, Ike Rostikawati Husen, dr., M.Kes, dan Sumartini Dewi, dr., Sp.PD-KR, M.Kes. selaku tim penguji atas kritik dan masukan yang diberikan agar skripsi ini menjadi lebih baik.
5. Nurman Effendi, dr., SpOT. selaku Ayah yang luar biasa atas kasih sayang, kepercayaan, dan doa tulus yang tiada henti.
6. Dwi Tyasmorowati, dr., SpPA. (almarhum), meskipun raga tak lagi dapat bersua dan kata tak lagi dapat terucap, tetapi kasih sayangmu, Ibu, masih terasa.
7. Zahrina Gashiani Putri Nurtyas dan Faiz Rojifaikar Putra Nurtyas, penyemangat dan penghibur yang selalu menjadi alasan penulis untuk pulang ke rumah meskipun terpatok jarak 2,5 jam.
8. Makmury, dr., SpPA(K) atas bimbingan, nasihat, dan saran yang telah diberikan kepada penulis.
9. Pak Dani selaku staf Laboratorium Patologi Anatomi RSHS – Universitas Padjadjaran yang banyak membantu penulis selama penelitian dan secara tidak langsung telah mengingatkan penulis untuk senantiasa bersyukur telah dilahirkan dari rahim seorang Ibu sekaligus dokter yang luar biasa.
10. Pak Mumuh dan Pak Dadang selaku staf Laboratorium Farmakologi RSHS – Universitas Padjadjaran yang telah banyak membantu penulis selama penelitian.
11. Segenap staf Laboratorium Faal – Universitas Padjadjaran yang telah mengizinkan penulis untuk menggunakan laboratorium tanpa batas waktu, sehingga pengambilan data dapat diselesaikan kurang dari 24 jam.
12. Nadhila Farrahnas dan Mario B. Roehimat selaku rekan seperjuangan, rekan 1 bimbingan, atas kebersamaan, kerja sama, dan dorongan semangat selama proses penyusunan skripsi berlangsung.
13. Herdinda E. Rizkinya selaku penentram yang telah mendengarkan keluh kesah penulis dan selalu menjadi teman diskusi yang baik.
14. Indah Novianty dan Dicky Kurnia Gumilang yang selalu menjadi alasan bagi penulis untuk tersenyum dan selalu ada di saat penulis membutuhkan bantuan, pembangkit di saat penulis jatuh, dan membuat prosesi menghitung sel inflamasi berakhir menyenangkan.
15. Asri Ratna Mukti Umpuan untuk pinjaman buku statistik selama proses pengolahan data: Sopiyudin terasa bagaikan dongeng pengantar tidur.
16. Keluarga FK UNPAD Angkatan 2008, kalian adalah motivasi penulis untuk tetap melanjutkan perjuangan ini.
17. Seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang turut membantu penulisan skripsi ini.
Semoga Allah SWT. membalas semua kebaikan yang telah diberikan kepada penulis. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak luput dari kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan masukan dan saran yang membangun dari seluruh pihak agar penulisan lanjutan dapat menjadi lebih baik. Akhir kata, besar harapan penulis agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi seluruh pihak.
Jatinangor, Januari 2012
Penulis

“The beauty of a woman is not in a facial mold, but the true beauty in a woman is reflected in her soul. It is the caring that she lovingly gives and the passion that she knows.” -Audrey Hepburn
| — | kuntawiaji |
Buffalo Race, India
Photo: AchintyaGuchhait Guchhait
Kambala is a simple sport played in parts of Karnataka, India. The “track” used for Kambala is a paddy field filled with slush. It is a race of buffaloes controlled by a whip-lashing farmer. This is a shot taken at Vandar villiage near Mangalore.
i can proudly say that Karapan Sapi di Madura terlihat lebih elegan









